Tampilkan postingan dengan label My Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Family. Tampilkan semua postingan
*Retno..*



Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil,
tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

Ayah selalu tepat janji !! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup

Ayah benar-benar senang membantu seseorang... tapi ia sukar meminta bantuan.

Ayah di dapur. Membuat masakan seperti profesor penjelajahan ilmiah.
Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu.
Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan, bahkan sangat luar biasa..." Amazing
Ayah mungkin selalu menyentuh sapu ketika masih muda, ia bisa belajar dengan cepat.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu

Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.


AYAH ITU MURAH HATI.....

Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.....
Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara...

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....

Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....

Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu"
Ketika ia ingin berkata ,,tidak"

Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.

Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya....

Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....

Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah tidak suka meneteskan air mata ....
ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya
(ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasatakutmu...
ketika kau mimpi akan dibunuh monster...
tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

Ayah pernah berkata :
" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar
apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"

Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan:
,,jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak perempuan yang
lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"

Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :
" jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak !! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik
daripada kamu dulu....

Ayah bisa membuatmu percaya diri...
karena ia percaya padamu...

Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....

Dan terpenting adalah...
Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.






 


ADA BAND ft. Gita Gutawa - Yang Terbaik Bagimu

teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
indahnya saat itu buatku melambung
disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
patuhi perintahmu jauhkan godaan
yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

reff:
tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
kan ku buktikan ku mampu penuh maumu

andaikan detik itu kan bergulir kembali
ku rindukan suasana basuh jiwaku
membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati























Regard's...

*Retno..*


Senioritas itu realita, terjadi di seluruh indonesia bahkan mungkin mendunia. Tanpa senioritas di lingkungan sekolah, lingkungan kerja, dan lingkungan organisasi mungkin akan terasa sangat biasa meskipun seharusnya Iri bukan jadi alasan utamanya ataukah ini hanya realita kesenjangan atas dasar persamaan rasa ??



Sebelum aku bercerita ada beberapa hal yang harus aku jelaskan, cerita ini merupakan pengalamanku sebagai seorang putri dari salah satu anggota TNI-AD berpangkat Kopral Kepala.
yaa... Bapakku dari kalangan Tamtama & Ibuku pun bekerja sebagai salah satu staf di Departemen Pertahanan. Begitu banyak yang ingin aku ceritakan disini,
Untuk cerita pertama, aku ingin menceritakan tentang Bapakku baik itu pekerjaannya, kegiatannya, serta keluh kesahnya.



  • Bapakku....

Teman.. yang harus kalian tahu, Bapakku bukan seorang Pengeluh pekerjaan apapun selalu beliau lakukan dengan ikhlas dan senang hati (Talk less do more.. itu prinsipnya). Beliau bukan seorang yang mau tinggal diam berpaku tangan pada sesuatu, beliau selalu terlihat sibuk entah itu bercocok tanam, bersih2 mushola depan rumah, memperbaiki pondasi rumah meskipun aku seorang anak perempuan terkadang aku jg ikut membantu, sampai2 beliau jg suka membuat berbagai resep masakan baru ala seorang chef...
itu yang membuat tidak henti2nya aku berfikir, begitu beruntungnya Ibuku memiliki seorang suami sekaligus seorang ayah yang sangat luar biasa untuk jd panutan anak2nya.

Dalam pekerjaannya, beliau selalu legowo.. Apalagi belasan tahun yang lalu, waktu berkas2 persyaratan ikut Sekolah Bintara (SEBA) punya beliau di buang oleh seniornya dengan alasan masih junior meskipun dalam berbagai test lain beliau menempati urutan terbaik pertama.

Teman... Bapakku sudah tidak muda lagi, Beliau sering mengeluh tentang pandangan matanya yang mulai tidak jeli lagi untuk mengerjakan tugas2 kantor seperti membuat laporan amunisi, kaporlap, pengajuan minyak P3, serta masih banyak lagi yang tidak bisa kusebutkan satu-persatu.   Bukankah beberapa pekerjaan yang kusebutkan itu biasa dipegang oleh BAWAT (Bintara Perawatan) ??
Kuakui Bapakku memang sangat cerdas dalam hal apapun dan selalu menjadi tempat berkeluh kesah beberapa komandannya, meskipun banyak yang memandang beliau sebelah mata hanya karena beliau dari basic Tamtama.

Pernah suatu ketika Bapakku bercerita, tentang kunjungan tim pada kegiatan pengawasan dan pemeriksaan (Wasrik) secara tiba-tiba. Bapakku yang pada waktu itu sedang sakit langsung di jemput komandannya untuk memberikan penjelasan berbagai laporan kegiatan pada tim.
sewaktu memasuki ruang rapat yang dihadiri berbagai petinggi Perwira, banyak para Perwira yang memandang Bapakku dengan pandangan aneh terutama para perwira muda.

Kenapa tidak??  karena, hanya Bapakkulah satu2nya seorang anggota yg hanya berpangkat Kopral ikut bersanding dalam rapat itu, sebuah rapat yg hanya dihadiri para petinggi yang berpangkat perwira.
bisa kalian rasakan bagaimana perasaan Bapakku??   rasanya ingin cepat-cepat pergi kabur dari tempat itu, tempat yg seolah2 berusaha menghakimi beliau dengan pandangan mata.


Sekarang kita lanjut ke cerita kedua tentang ibuku, kegiatannya serta keluh kesahnya sebagai seorang ibu, staf, serta anggota PERSIT.

  • Ibuku...

Teman..  Ibuku merupakan seorang yang cukup sibuk dengan kegiatan2nya baik sebagai ibu, seorang pekerja, sekaligus anggota organisasi para istri tentara meskipun beliau bukan seseorang yg mau pasang badan untuk  terlibat langsung dalam organisasi. yaa... mungkin karena sudah terlalu capek di kantor, mengurus pekerjaan rumah serta anak2nya.

Pernah pada suatu hari, tidak seperti biasanya beliau menelpon aku saat masih ngantor untuk menjemputnya dikantor bapak yang sedang ada kegiatan Persit.
Teman... sebagai anak dari anggota aku memang tidak terlalu akrab dengan kegiatan seperti itu, bukannya apa-apa tapi keakraban itu cukup aku rasakan sewaktu aku masih umur 8 tahun kebawah saja.
hmm... lama juga tidak melihat ibu2 persit nimbrung, dan aku memilih untuk menunggu ibuku di sebuah kantin yg sedang tutup tidak jauh dari ruangan persit.


Mau tahu apa saja yang mereka lakukan??
karena tidak terlalu jauh dari posisi mereka, banyak hal yg aku tangkap dengan penglihatan maupun pendengaranku.

Sebut saja Ny.G istri dari seorang anggota berpangkat PELDA, si Ny.G bersikap begitu arogannya perintah sana perintah sini, tanpa memperdulikan siapa saja yang ada di ruangan itu, padahal sang IBU KOMANDAN pun ga bersikap seperti itu bahkan cenderung berdiam diri saja. tidak terlihat jelas yang mana junior dan yang mana senior, karena banyak oknum ibu2 yang berusia masih sangat muda belia bahkan ada yang 5 tahun lebih muda dari penulis.. (hahahaa... aku betul2 penulis yang sangat tahu diri, kalau sudah tidak muda lagi yaa ) secara personal mereka cenderung bersikap arogan seolah tidak pernah diajarkan etika sopan santun.


hmm... betul2 sangat memprihatinkan, atittudenya yang tidak berprilaku santun kepada seseorang yang tidak dikenal secara baik dengan alasan 'Bukan atasan langsung..', 'Bukan orangtua atau keluarga saya..', 'Pangkat suaminya kan lebih rendah dari pangkat suami saya...' (mulai nih... bawa2 pangkat suami, padahal apalah arti sebuah pangkat duniawi. toh.. kalau meninggal titlenya sudah pasti jadi Alm./Almh kan??)

   "wah.. benar2, ini orang gayanya sudah kyk istri kolonel aja !!" pikirku
Perasaan Ny.G ini termasuk junior ibuku, tp selalu bersikap sok 'aku' senior.
Apakah Senior bisa dinilai dari kepangkatan suami??

setahuku dalam organisasi manapun, yang bisa disebut Senior secara sederhana adalah seseorang yang lebih dahulu bergabung dalam organisasi. How do you think ??.....


Ternyata Krisis dalam kehidupan sosial tidak hanya di alami oleh para istri2 perwira di kalangan Cabang atau Koorcab, seperti postingan blog milik ibu 'Offi Kiswanto' dalam Crisis in Cultural Social Life  karena dalam lingkungan kecilpun hal itu bisa saja terjadi.
secara pribadi penulis juga sudah melihat semakin banyaknya istri2 yang melebihi pangkat suaminya (lebih akrab dengan julukan :  Istri mayor, Suami kapten... heheheheee ) bagaimana sombongnya mereka sewaktu mendapat jabatan di organisasi bahkan memberikan untuk senyum pada tetangga pun tidak pernah.

Dilain sudut, aku perhatikan beberapa oknum ibu2 para istri tamtama dan bintara sedang sibuk memperlihatkan style rambut curly ala artis2 sinetron serta barang2 branded yang dimilikinya mulai dari tas,sepatu, bahkan sebagian besar dari mereka sudah seperti toko emas berjalan dengan kalung, gelang, anting, gelang kaki yang beratnya mungkin berkilo2.
Huuufftt............apa ga berat coba?? untung aja ga ada yg dirampok..


Perasaan para ibu2 persit zaman dahulu tidak ada yang berani seperti itu, bahkan hampir semuanya tampil sederhana dengan hanya memakai anting mutiara, jam tangan tali hitam & tatanan rambut cepol.
untuk menghindari adanya kesenjangan sosial dari para ibu2 anggota yang mungkin suaminya tidak punya usaha lain diluar pekerjaan untuk menyenangkan para istri seperti ibu2 yang memang punya basic anak2 dari salah seorang pembesar yg cukup berada.


Nah... sekarang dimana ibuku??   Ternyata beliau ada di gardu piketan, sambil bersenda gurau dengan bapakku yang kebetulan sedang turun piket. yaa... ibuku memang sangat bersahaja, tapi beliau tetap terlihat cantik meskipun tanpa perhiasan mahal karena beliau berhias akhlak & attitude yang mulia.







Regard's...

*Retno..*




"Aku sadar betul, setiap orang punya privacy masing-masing, makanya kadang aku jadi berpikir kalau aku ngmongin orang tentang sesuatu, bagaimana seandainya omongan itu berbalik dan menimpa pada diriku, pasti rasanya ga enak banget deh! Aku anti banget ngomongin urusan pribadi orang jika tidak ada hubungannya dengan aku."

Itulah kenapa aku lebih suka membahas hal-hal pribadi yang ada pada diriku ketimbang membicarakan masalah orang lain. Bahkan untuk sesuatu yang tidak menyenangkan menimpa diriku pun, aku lebih memilih membahas 'kedalam' diriku...apa yang salah dan harus aku perbaiki dari hari ke hari.




I AM PROUD TO BE A GOOD PERSON......

Aku senang jika aku bisa berbagi kebahagiaan kepada orang lain dan bercerita tentang diriku. Secara tidak langsung aku mengatakan bahwa, "pada dasarnya manusia itu sama, jika kita mau jujur pada hati nurani, bahwa kita sebenarnya ingin mendapatkan "pengakuan" dari orang lain.

Setiap orang pasti sependapat dengan aku, siapa yang paling kita cintai saat ini ?? Jawabannya adalah keluarga !!  Yaaa.. bagiku keluarga nomor satu, keluarga adalah penyelamat hidup yang selalu ada saat senang ataupun susah dan keluarga adalah segala-galanya. Keluarga tidak menjadi kendala untuk menjadi apapun dan memilih apapun.

"Motivasi terbesar manusia adalah bila kita mampu mencapai sesuatu hal yang dapat memberikan kebahagiaan dan kebanggaan bagi orang yang kita cintai."

Sedari kecil aku membiarkan kehidupanku mengalir seperti air. Aku tidak pernah memiliki cita-cita yang spesifik. Kalau dulu yang namanya profesi itu kalau tidak dokter ya jadi insinyur. Aku pernah bercita-cita ingin menjadi dokter, karena aku takut darah, jadi cita-cita itu tidak spesifik lagi. Aku tidak mau menargetkan akan jadi apa dan harus seperti apa kelak. Hidupku normal-normal aja.


PERGAULANKU......

Kalau orang tidak begitu mengenal aku, orang bilang aku sombong, dingin, jaim dan cuek. Boleh-boleh aja orang berpendapat, padahal ga sama sekali seperti itu. Aku memang terlihat bebas lepas, apalagi dengan kondisi dunia yang semakin buta saat ini. Pergaulan bebas dan dianggap tidak gaul kalau tidak mengikuti gaya mereka. Tapi kesadaran hidupku tumbuh seiring tumbuh bersama pergaulan, selain tekad dari dalam diri.

"Kalau orang bergaul dengan orang baik, maka citranya akan baik, tapi kalau bergaulnya dengan orang jahat, meski tidak berbuat jahat, citranya akan jahat juga..."

Jadi wajarlah kalau aku memilih teman bergaul yang bisa membawa suasana kondusif, positif dan produktif. Aku membiasakan bergaul dengan orang-orang yang sangat individualis, tidak pernah mengurusi urusan orang lain. Jika ada yang tidak sesuai dengan keinginanku, aku tidak mungkin juga melawan arus yang begitu banyak. Pada akhirnya, akupun mencoba untuk beradaptasi dengan hal itu tanpa menghilangkan kebiasaanku untuk tepat waktu dalam berjanji.


KEHORMATANKU.....

Kebodohan seorang perempuan manakala dia tidak bisa menjaga kehormatannya. Aku dibesarkan dalam keluarga yang demokratis, walau dididik dengan dasar agama yang tidak terlalu ketat, tapi aku punya tanggung jawab untuk menjaga kehormatanku dan kepercayaan orang tuaku.

Lelaki menghormati perempuan yang menjaga diri dan menghargai dirinya sendiri...
As Woman We Must Remember that, *A Good Woman Never Accepts Bad Behavior...!!*


Aku bersyukur, walau aku punya teman-teman yg rada 'Bandel' juga dari kalangan atas, gaya hidup teman-teman yang glamour, konsumtif dan senang hura-hura, tapi aku dididik untuk rendah hati, tidak memperdulikan semua itu. Aku tetap menjalankan ibadahku dan tidak sombong kepada siapapun.



SINGLE HAPPY.....

Aku percaya, rejeki, jodoh, maut, di tangan Tuhan. Of course aku mau menikah. Siapa sih yang tidak mau menikah?? Tapi aku ga mau menikah karena semua orang mendesakku menikah. Aku ingin menikah untuk alasan yang tepat. Pendamping yang tepat atau belum saatnya aku menikah ??

Aku juga ingin kedua orang tuaku bahagia, seperti kriteriaku yang juga diamini kedua orangtuaku. Aku ga muluk-muluk dalam memilih jodoh, cukup yang bisa mandiri, mapan jiwanya, artinya ga pemarah, matang emosional, ga 'moody' dan low profile, namun poin yang terpenting adalah seiman dan sayang sama aku dan keluargaku. Buatku fisik gak terlalu penting, asalkan hatinya tulus dan berkomitmen. Simpel khan ??


ORANG BILANG AKU KESEPIAN.....

Ga juga !! untungnya aku punya keluarga, pekerjaan, teman-teman dan sahabat. Kadang terbersit juga pikiran, "Lucu kali yah punya keluarga sendiri, punya suami, punya anak". Tapi aku pikir lagi, teman-teman yang sudah punya anak, pastinya prioritas mereka sudah bukan diri mereka lagi, melainkan keluarga. Sementara aku, masih memprioritaskan diriku. Entahlah.. Karena belum ketemu yang tepat atau memang belum waktunya kata Tuhan. Aku juga sudah lelah main-main, cari duit terus, dan senang-senang sendiri. Aku tau diriku dengan baik, kalau sedang senang melakukan sesuatu suka lupa diri, makanya butuh juga seseorang yang bisa mengingatkan.

APA YANG DICARI.....

Ga ada !! Semua sudah aku dapatkan. Mulai dari Keluarga, Sahabat, teman-teman yg penuh cinta itu sudah cukup. Hidup yang selalu dikelilingi kasih sayang dari orang2 yang menyayangiku. Semua sudah aku serahkan kepada Allah saja.
Aku hanya ingin selalu bersyukur. Dari pengalaman demi pengalaman yang aku dapatkan membuatku bertekad untuk menjadi manusia yang lebih baik. Terkadang, jika kita merasa sukses mendapatkan sesuatu, lantas terbit keangkuhan di hati. Atau ketika terkena masalah sedikit, rasanya sudah down setengah mati. Padahal banyak orang yang lebih sengsara daripada kita.


HIKMAHNYA......

Aku sudah melakukan maksimal apa yang bisa aku lakukan. Aku mendapatkan hikmah dari ujian yang diberikan-Nya. Begitulah hidup, ada susah, ada pula senang. Aku juga punya impian dan keinginan. Aku ingin menjadi orang pintar yang berbudi, karena dunia ini membutuhkan banyak orang pintar tapi juga berbudi. Semoga aku tetap teguh dalam mencapai keinginanku itu.




"Understand and know about everything make the man become for Giver and Helpfull"

















Regard's...

*Retno..*
 
Bapakku.....
Mungkin tidak seperti ayah-ayah yang lain, menurutku beliau begitu berbeda.
Memang bapakku seorang pegawai biasa yang bergaji normal-normal saja. Karir demi karir dijalaninya, pergi pagi, pulang sore, bahkan sampai malam tanpa mengenal lelah. Pagi-pagi sekali, bapakku sudah bangun, sementara kami masih terlelap dalam mimpi-mimpi dan bunga-bunganya tidur, dipulau kasur yang tak bertepi, tak berbatas, selain hanya menambah kenyeyakan mata saja.


Dan tak jarang bapak membangunkan kami agar segera bangkit dari pulau empuk itu, mandi, berwudhu dan shalat, juga menyuruh kami membersihkan kasur, tak jarang juga beliau melipat selimut-selimut kami, karena terkadang kami begitu malasnya sehingga tak sempat kami mengangkatnya, hanya tangan bapak yang ringan, kuat dan tegar saja yang mampu melipat semua itu dengan begitu rapinya.

Bapakku sering menjadi imam diantara kami, mendidik kami menjadi anak-anak yang berakhlak baik, tegar dan sabar dalam menghadapi setiap cobaan, hidup dalam kemuliaan, bersikap baik sesama manusia dan binatang, juga ciptaan Allah lainnya, walaupun bapakku bukanlah tamatan sekolah tinggi di negeri ini namun beliau sangat cerdas & berwawasan luas.


Kalau bapakku sedang sakit, biasanya ia sangat manja dengan mamaku yang dengan sabar melayani bapak yang terbaring dikasur, menyediakan teh hangat, soup sayuran, walau tidak pakai daging, atau ayam, maklumlah hidup seorang pegawai biasa, sangat sulit untuk membeli daging dan ayam yang mahal-mahal.

Makanan kami seringnya tempe, tahu, ikan asin, ikan teri kecil-kecil saja, namun tetap juga kami sehat, karena bapak selalu melarang kami untuk makan yang siap jadi (instant), atau makan dijalanan, karena bapakku bilang kurang terjamin kesegaran dan khasiatnya.

Bapakku memang jarang, bahkan tidak suka makan diluar, direstoran, kedai-kedai, sukanya makan dirumah, masakan mamaku yang sederhana, tetapi segar. Kata bapak masakan mama jauh lebih nikmat dibandingkan makanan direstoran Padang itu.
hahahahaa... bapakku memang pemuji ulung kalau lagi menghargai hasil kerja mamaku.



Bapakku pernah bercerita Sebelum bapakku bekerja disalah satu instansi pemerintah, ia dulunya pernah bekerja sebagai tukang angkat batu bangunan. Sungguh menyedihkan, terkadang membayangkan kaki bapak sampai luka-luka, tangannya kasar akibat berteman dengan pekerjaan kasar semacam itu dan sempat pula bapakku menjadi pegawai cleaning service di salah satu perusahaan di surabaya. namun beliau tetap tabah dan sabar.
Begitulah hari demi hari dilalui bapak, sampai datanglah tawaran untuk menjadi anggota Tamtama AD  Karir ayahku dimulai dari pangkat Prada, Pratu, Praka, Kopda, Koptu, & Kopka.


Kini bapak sudah tua, kulihat keriput diwajahnya, namun masih tetap nampak bersih dan bersinar. Beliau masih rajin shalat dan kemesjid, walau matanya sudah mulai rabun.
sampai sekarang bapak masih giat bekerja, rajin beribadah, dan mendidik kami anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa.



Kenapa aku sayang ayahku ??
Karena beliau membuatku aman & nyaman..

Kenapa aku sayang bapakku ??
karena beliau mengajarkan kedermawanan padaku..


Kenapa aku sayang bapakku ??
karena beliau panutanku untuk hidup toleran..


Kenapa aku sayang bapakku ??
karena beliau selalu memberikan nasehat2 bijak padaku..

Kenapa aku sayang bapakku ??
karena beliau menjadi imam dalam keluarga..


Kenapa aku sayang bapakku ??
karena beliau mengispirasiku untuk selalu rendah hati..


Kenapa aku sayang bapakku ??
karena beliau selalu memberi tanpa pamrih..


Kenapa aku sayang bapakku ??
karena beliau sahabat terbaikku...



Kenapa aku sayang bapakku ??
karena setiap orang sayang pada ayahnya, apalagi Aku......












Regard's...