Tampilkan postingan dengan label Sastra - Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra - Puisi. Tampilkan semua postingan
*Retno..*




 Profile Twit, FB dan YM kamu seperti koran yang kubaca setiap pagi,
Seperti kursi kantor yang aku duduki setiap hari, 
Seperti lagu-lagu yang kudengar setiap malam..


Aku tidak punya apa-apa, kecuali Doa' yang selalu kupanjatkan untukmu..
Apakah cinta yang membahagiakanmu?? Sesuatu yang ingin sekali kumiliki !!



Photobucket



Inilah aku, yang mencintaimu dengan segala yang tidak kupunyai.
Aku mungkin tak punya telinga tempat suara resahmu mengalir.
Akupun tak punya keinginan memperlihatkan bahwa aku seorang yang telah dewasa untuk cukup menguatkanmu dengan kata-kata nasehatku, yaa.. aku jauh lebih muda darimu.

Umurku memang bukanlah lautan yang asin karena pengalaman, tempatmu berenang seluas-luasnya, mungkin malah hanya sebuah kubangan yang beruntung ada karena hujan sejenak saja.
Keberanian tak kujadikan mulut untuk mengatakan cintaku padamu.
Aku juga tak punya dana untuk membeli jarak agar kau bisa merindukanku.
Perasaan ini sungguh sederhana, ada begitu saja seperti sebuah bangunan menjulang yang muncul tiba-tiba, tapi mengapa terasa rumit??

Aku tak punya sesuatu yang pantas membuatmu bangga, sesuatu yang harus membuatmu memilihku…
Aku hanya punya dua ‘tahu’, tahu bahwa aku mencintaimu. Dan tahu, itu tak pernah cukup!!




Ya Allah..
Ajarkan aku mencintai dengan sederhana..
Ajarkan aku agar lebih pandai memendam cinta..
Ajarkan aku untuk lebih mencintai-Mu dan kekasih-Mu..
Jagalah aku dari dosa dunia, serta jagalah dia dari dosa cinta..
Aku mencintainya karena-Mu
Akupun akan rela melepaskannya apabila Engkau menghendaki...






 Sumber  :  Artikel Bebas









Regard's...







*Retno..*




Sssst…
Mari kubisikkan…
Kepompong itu kuat, tangguh, dan mandiri
Mari kubisikkan lagi…
Kelak ia akan menjadi kupu-kupu cantik di taman bungamu

Kau tak tahu…
Kini aku sedang berkepompong
Kau tak mengerti…
Kelak aku kan menjadi kupu-kupu cantik      

Lihat nanti…
Kepompong yang tak mau kau tatap saat itu
Bukan karena ia tak berarti
Cuma karena masa belum menepi
Biarlah waktu yang kan memberi bukti

Sssst…
Mari kubisikkan…
Suatu saat,
Aku kan menjadi kupu-kupu cantik
Yang dengan satu kepakan sayapku mampu menyilaukan pandangan matamu
Mengangakan mulut besarmu
Menopang dagu keherananmu
Menghabiskan semua energimu











Regard's...

*Retno..*
  • Doa Untuk Kekasih...

Allah yang Maha Pemurah...

*Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
dan mempertemukan saya dengannya.

*Terima kasih untuk saat - saat indah
yang dapat kami nikmati bersama.

*Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang dapat kami lalui bersama.

Saya datang bersujud dihadapanMU...
Sucikan hati saya ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak
rencanaMU dalam hidup saya.


Ya Allah..... jika saya bukan pemilik tulang rusuknya,
janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya...
janganlah biarkan saya, melabuhkan hati saya dihatinya..
kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan jauhkan dia dari relung hati saya...

Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari dan padaMU yang tulus, murni...
dan tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.


Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk saya...
ya Allah, tolong satukan hati kami...
bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya...
berikan saya kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...

Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti
dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya
sebagaimana telah Engkau ciptakan...
Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh - sungguh mencintai
dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia...


Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa saya ini...
lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendakMU...

Allah yang Maha kekal, saya mengerti bahwa Engkau
senantiasa memberikan yang terbaik untuk saya...
luka dan keraguan yang saya alami, pasti ada hikmahnya.

Pergumulan ini mengajarkan saya untuk hidup makin dekat kepadaMU
untuk lebih peka terhadap suaraMU yang membimbing saya menuju terangMU...
Ajarkan saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan....
Jadikanlah kehendakMU dan bukan kehendak saya
yang menjadi dalam setiap bagian hidup saya...


Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan permohonanku.





Amien.....................................


#################################


  • Bila Aku Jatuh Cinta...

Ya Allah.....

Aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau


Ya Allah.....
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu


Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Ya Allah.....
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu


Amien !


###############################


  • Kala Aku Ragu...

Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi


Tetapi ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan...
...Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya


Dan ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....


Ya Allah ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu ini..................





Amien...............................










Regard's...









*Retno..*

Hehehe... soal puisi kemaren masih nyambung lho!! coz, waktu itu dah kecape'an nulis. truz, beberapa hari yang lalu ketemu deh kertas puisi masa lalu. mana kertasnya dah kusut banget!! di sambung di posting ini aza ga apa2 ya???

please.. ya!! tolong bantuin aku, nyari tau siapa nama pengarang puisi-puisi yang aku tulis.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pendar matamu...
mengundang rindu
yang tersangkut di awan
saat hujan..

kita sulit bertemu
meski seribu mau dan sejuta doa
karena, tak ada sapa

( nah... kalo puisi yang ini belum ada judul, gimana??
ada yang tertarik memberikan judul )

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

" Sepiku... "

Sepiku malam, ditelan hitam
sepiku sendiri, dipeluk rasa
sepiku hati, dihimpit sunyi
sepiku mau, tak bisa bertemu

Sepiku...
saat rindu dipermainkan waktu

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ayunan langkah kakimu
10 kali langkahku
lalu.. Bagaimana aku bisa mengikutimu??

Padahal, ku mau mengiringi
kemanapun kau pergi
Padahal, ku ingin bersama
dimana pun kau berada

Mungkinkah, kita saling menyesuaikan
irama dan kecepatan langkah kita??

( puisi yang ini juga ga punya judul..!! )

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Aku menyayangi mu
seperti mata air
dan mengasihimu
seperti hembusan angin

karna, ku ingin meniti janji
dan menimang masa depan
Bersamamu...

( yang ini juga blom punya judul.. )

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ingin kutulis puisi kasih.. Untukmu
tapi, sinar matamu
puisi terindah yang ingin kubaca

Ingin ku tulis lagu kasih.. Untukmu
tapi, senyum bibirmu
lagu terindah yang ingin ku nyanyikan

( so.. sweet!! ... makasih ya )

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

" Kepadanya... "

Sekuntum senyum mengembang dalam aliran rasa
rahasia apa yang diam dalam debaran
saat kau seperti kijang mas
meloncat-loncat di hadapanku
hendak kutangkap
lalu lenyap...

Ku simpan wujudmu dari sepi ke sepi
ku toreh hatimu dengan pisau naluri
ku raih tanpa kata
diammu sendu
hangatmu rindu...

-------------------------------------------------------------------------------------------------

" Puing-puing... "

Kaulah, penunggang kuda jantan itu
dan pengendali liarnya
senyum mu..
mengayun kekang
masih bisa ku gambar jelas di awan

Menjadi seremoni indah
waktu ku kumpulkan puing-puing mu
itulah satu-satunya alasanku untuk tetap hidup
bersama sahabat setiaku
rasa takut kehilanganmu...

Nafasku berantakan
menjumpaimu lagi disini
ketika sakura memenuhi pelataran matahari terbit










*Retno..*

Puisi... ngomong-ngomong soal puisi, jadi ingat masa-masa sekolah dulu perasaan sering banget buat puisi sendiri hehehe...(cieee.. jadi sok pujangga neh) ga tau juga waktu itu yang aku tulis bisa disebut puisi apa bukan ya?? hahaha...
dulu seh seneng banget bikin tulisan2 kecil di buku, didinding sekolah sampe dimarahin guru. karna banyak kesibukan trus hoby nulisnya mandek dech!! ga produktif lagi.

Kebetulan, dulu ada seseorang yang sering banget ngirimin aku puisi lewat SMS hampir tiap malam malah. (klo ingat waktu itu jadi ketawa sendiri, hehe..). padahal puisi kiriman itu dia ambil dari buku. sampe sekarang ga tau buku apaan?? siapa penulisnya?? pokoknya UNNAMED dech..

sampe sekarang puisinya masih aku simpan di buku, bukan berarti aku masih ingat2 tu orang ya!!
tapi, coz dulu pas baca puisi itu Kena banget di hati meskipun orang yang sering ngirim puisi itu ga pernah nyangkut di hati meskipun udah berusaha jadi romantis.

keseringan baca, jadi pengen aku posting di blog dech!! coz, aku ga tau siapa penulis aslinya. nyari di toko buku juga ga nemu. siapa tau juga ada yang mau ngebantuin ngasi tau siapa pengarangnya???


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

" Betapa Berartinya.. "

Aku bukanlah siapa-siapa
mungkin tak berarti apapun
tetapi, malam ini
Aku disini...
Duduk dekat sekali denganmu

-------------------------------------------------------------------------------------------------

" Sekali Lagi... "

Resah ini terlanjur bertahta di taman hati
memaksa laju desir nadi ku
tabuhkan genderang kebencian
meneror asa yang ku ayam di keheninganmu

Beri kesempatan mengimpikanmu
sekali lagi...

-------------------------------------------------------------------------------------------------

" Kau Tahu... "

Diam ku bisa jadi kata-kata
saat wajah itu kau baringkan dipelupuk mata
lalu..

Cinta ku pun tersembunyi di bibir nyali
dan kini masih menjadi serbuk
namun, kau seperti tahu
bahwa Aku Benar Mencintaimu

Waktu kau gaungkan genta itu
dan Aku tak bisa diam..

-------------------------------------------------------------------------------------------------

" Untukmu... "

Untukmu...
kulabuhkan angan-angan
agar kau terbiasa dengan pesisir
yang sanggup bertahan
walau pasang lantakan janji

Untukmu...
ku menikam suara hati
agar kau kenali wajah kabut
yang menyamar di keheningan isyarat melukakan

Untukmu...
ku hentikan urat nadi
agar rinduku tak setitik pun kikis
karna ku tak bisa,
untuk berhenti

Mencintaimu...

-------------------------------------------------------------------------------------------------

" Sepiku... "

Rinai hujan membungkus wajah malam
luruh memercik bingkai-bingkai sepi
memanja rindu pada belahan jiwa
yang tak pernah menyapa kedangkalan hatiku

Pergi meninggalkan puisi
di sudut keningku
di batas angan-angan...

-------------------------------------------------------------------------------------------------

" Cantik... "

Bagaimana harus menjawabnya
bila kau memintaku
berhenti memimpikanmu
bukan salahku merindukanmu
itulah kehidupan tersisa yang ku punya
setelah kau penggal titian jalanku
menuju langit..

Bila hatimu terusik
istirahatlah, menjadi mahkluk Tuhan yang
Cantik...

(wooww.. so sweet!! hehe... )

-------------------------------------------------------------------------------------------------

" Warnamu... "

Puisiku bergelayut di kaki pelangi
menghantar pulang warna-warninya

saat matamu berkedip...
bait dan baris meniduri jantung langit
sehingga menorehkan warna
sesejuk dan seteduh tatapanmu...

-------------------------------------------------------------------------------------------------

" Ku Menginginkannya... "

Kepada pegunungan dan bukit-bukit
yang dilintasi kabut

Kutanyakan;
mengapa ia membayangiku
hanya sepenggal waktu
sedang kabut sujut melingkupi seusai dini

Bahana senduku tak kan mau henti
sebelum ku peluk wangi nadinya...