Tampilkan postingan dengan label Army Stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Army Stories. Tampilkan semua postingan
*Retno..*


Banyak orang membanggakan seragam.
Ada yg terlalu bangga dengan seragam lorengnya, merahnya atau
pisau komandonya.
Ada yg bangga dengan seragam kerjanya...

Diperusahaan tempat dia bekerja untuk posisi dia dengan seragam biru adalah level staff yg keren,
namun di lain perusahaan warna biru hanya untuk level operator.
Begitu juga untuk level supervisor keatas seragam biru donker dan abu2 adalah kebanggaan,
namun di perusahaan se-kawasan seragam tersebut hanya untuk class operator.

So, apa yg patut dibanggakan ?
Sudah banyak di negeri ini yg ketipu dengan seragam.







Kawan2ku…
Lihatlah dalam pikirannya
kalau bisa lihatlah hatinya
atau paling tidak…
lihat apa yg telah dikerjakan
itu adalah rekam jejak yg paling sahih
untuk memprediksi seseorang

Sahabatku..
Jadi jangan silau akan Seragam
Jangan mundur akan Pangkat
Jangan rendah diri akan tempelan lahiriah
Jangan sungkan karena cheque

Untuk urusan ibadah..
jangan berkecil hati
belum tentu yg dahinya sok hitam dan berjanggut
lebih baik nilai ibadahnya dari orang yg biasa
sombong sekecil apapun akan dapat perhitungan nantinya

Kemampuanmu
sejauh ini , sembunyikan..
jangan sampai zamrud2 kecil yg belum mekar dan tumbuh
kembang, ditelan habis burung merak
karena kecongkaan pemilik benih yg membuka diri
belum pada waktunya...

Intan yg terbuai dalam lautan lumpur hitam
Tak akan bisa menghapus keras dan kilaunya
Ikan yg bebas berenang dilautan
tak akan asin karenanya...

Semuanya tergantung amal dan hubungan dg khalik kita.
Semulia2 manuasia adalah yg paling taqwa/takut kepada sang khalik kita.









Regard's...





*Retno..*
Ku benci orang yang memanfaatkan kebaikanku !!
Aku takkan membiarkan orang lain memanfaatkan kebaikanku itu, Tapi ku akan menyayanginya jika dia menghargai kebaikanku sepenuhnya..


Seorang pria sempat dekat denganku. Dia bukan orang baru. Ia adalah seorang teman lama yang ku kenal beberapa tahun yang lalu. Awalnya semua baik-baik saja. Suatu ketika, ia mengaku butuh uang. Katanya, ia dalam keadaan kepepet dan berjanji mengembalikan uangku secepatnya.
seiring waktu berlalu, ternyata tidak sekali itu saja ia meminta bantuanku. berulang kali aku selalu diminta untuk menelponnya, menjemputnya, atau mentraktirnya makan. dalam sebulan ia selalu minta pertolonganku untuk membelikannya pulsa dengan alasan ingin menelpon kakaknya dan ayahnya yang sedang sakit.
berselang tidak lama dalam beberapa bulan, ia selalu saja meminta pertolonganku untuk membantu persediaan hidupnya sebelum gajian.


Jika Tuhan mengijinkan, aku ingin lepas dari dia. Lepas dari bayang-bayangnya dan lepas dari setiap rengekan dia :
“de.. aku sakit. Butuh ke dokter. Bisa transfer uang??”
“de.. Bapak sakit. ga punya uang. Boleh pinjem??”
“de.. aku mau belum makan nih, belum gajian. Gimana ya??”
“de.. aku ga punya pulsa mo telpon bapak sama kakakku, bisa minta tolong isiin dulu ga??”

Lha.. opo di kiro aku iku bank?? yang bisa selalu menyediakan kebutuhan keuangan dia. kenapa harus meminta aku yang bukan siapa–siapa dia??


Cape... klo lama-lama terus begini, aku tidak bisa terus menopang masalah keuanganmu. aku ingin melepaskan diri dari dia, ingin mulai menikmati hidupku. Menatap esok dan mencoba focus dan memulai semuanya dari awal.
Aku punya keluarga, ayah ibu serta adik2ku yang ingin sekali aku buat bahagia dengan hasil jerih payahku bekerja selama ini.
Sudah beberapa bulan lebih dia disana, meskipun terhalang jarak tapi tetap saja dia berhasil menguras pundi2 rezeki yang aku kumpulkan.
Mulai saat ini kuputuskan untuk memberimu jarak, tanpa merusak silaturahmi yang sudah terjalin. 

Kamu tahu kelemahanku, ga bisa menolak seseorang yang butuh pertolongan terlebih kalau orang itu mengatasnamakan keluarga, apalagi orang tua.


Aku.. hanya perempuan biasa, dari keluarga biasa, biasa dan terbiasa berjuang sendiri untuk mendapatkan sesuatu. Tidak pernah menggantungkan harapan dan mimpi pada oranglain, selalu mandiri, tidak pernah mencoba memanfaatkan lelaki se-kaya apa pun dia. 
Aku hanya perempuan biasa yang terbiasa bernegosiasi dengan diriku sendiri untuk menyelesaikan semua urusanku. Atau justru karena itu, alasan utama kenapa lelaki itu hanya menganggapku sebagai sebuah pundi–pundi hidupnya.

Jika Tuhan mengijinkan, aku tidak ingin masalah seperti ini terulang lagi meskipun dengan orang yang berbeda nantinya. Semoga.................







* Parasit *
By : GITA GUTAWA


Petir membangunkanku
Dari mimpi burukku
Selama ini ku hanya terperangkap
Dalam medan magnetmu

Baru kusadari
Kau seperti parasit
Minta ini itu kau minta padaku
Dengan semaumu

Cukup sudah ku kini mulai gerah
Ku perlu oksigen untuk aku bernafas
Tanpamu

Pergi kau ke ujung dunia
Dehidrasi di gunung sahara
Hilang di segitiga bermuda (segitiga bermuda)
Pergi kau keluar angkasa
Hipotermia di kutub utara
Hilang di samudra antartika

Dan jangan kembali (parasit parasit parasit parasit)
Kau memang parasit (parasit parasit parasit parasit)

Mulanya malu-malu
Lalu jadi benalu
Minta ini itu kau minta padaku
Dengan semaumu

Cukup sudah ku mulai naik darah
Ku seperti bom atom yang siap meledak
Karnamu

Pergi kau ke ujung dunia
Dehidrasi di gunung sahara
Hilang di segitiga bermuda (segitiga bermuda)
Pergi kau keluar angkasa
Hipotermia di kutub utara
Hilang di samudra antartika
Dan jangan kembali

Pergi kau ke ujung dunia
Dehidrasi di gunung sahara
Hilang di segitiga bermuda (segitiga bermuda)

Dan jangan kembali (parasit parasit)
Kau memang parasit (parasit parasit)
Minta dibayarin (parasit parasit)
Minta ditraktirin (parasit parasit)
Minta dianterin (parasit parasit)
Minta dijemputin (parasit parasit)
Minta ditelponin (parasit parasit)
Minta di sms-in (parasit parasit)
Minta dibeliin (parasit parasit)
Minta dibayarin (parasit parasit)
Minta ditraktirin (parasit parasit)
Minta dianterin (parasit parasit)
Minta dijemputin (parasit parasit)
Minta ditelponin (parasit parasit)
Minta di sms-in (parasit parasit)
Minta dibeliin (parasit parasit)

Memang kau parasit ah…

















Regard's..

*Retno..*




Aku pernah dengar cerita yg sangat menyentuh tentang Tentara yg Pulang dari Perang....
hmm.. Kisah ini Mungkin tak jauh beda dgn kita2 yg mungkin sedang di perantauan.....



Setelah perang usai... seorang tentara yg msh muda memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya, Ingin berkumpul kembali bersama Orang Tua dan saudara2 nya.
Tetapi dlm benaknya terbersit rasa kurang percaya diri... Apakah org tua dan saudara2nya mau menerima dirinya kembali... setelah bertahun2 berpisah demi menunaikan tugas negara....

Untuk mengetahui apakah Orang Tuanya masih merindukannya dan masih mau menerima kehadirannya kembali kerumah maka Pemuda tersebut mencoba menghubungi orang tuanya melalui telepon....

Dalam pembicaraan melalui telpon pemuda tersebut mengatakan tugasnya sebagai tentara sudah selesai, skrg sudah dibebas tugaskan dan diperbolehkan kembali ke kampung halaman,

kemudian pemuda tsb menceritakan bahwa dia mempunyai seorang teman sesama tentara yg tdk mempunyai san ak saudara, dia kasihan pdnya krn dia mengalami cacat permanen akibat terluka saat be
rperang...
Kedua kakinya terpaksa di amputasi dan matanya buta, Pemuda tsb memohon kpd orang tuanya agar berkenan jika pulang nanti dia akan membawa serta temannya yg cacat tsb dan tinggal di rumah mrk.


Lalu orang tuanya berkata : " Anakku. .kami sangat gembira mendengar khabar kau mau pulang ke rumah, kita bisa kembali berkumpul seperti dulu lagi, kami merindukanmu....
tapi temanmu yg cacat itu... kami khawatir dia akan menjadi beban dalam keluarga kita, berjalan saja dia tdk bisa krn kakinya sdh tdk ada lagi... begitu jg matanya tdk dpt melihat,
apa yg bisa dia lakukan untuk keluarga kita... Jadi kami keberatan jika kau membawa dia ke tengah2 keluarga kita.... anakku....


Dengan suara p
elan sambil menahan tangisnya pemuda tsb mengucapkan kata Salam terakhir lalu menutup telepon nya.

Beberapa hari kemudian, Orang tua pemuda tersebut didatangi oleh Pihak Kepolisian yg mengabarkan bahwa anaknya (pemuda) ditemukan telah meninggal dunia, dan mereka diminta datang ke Rumah Sakit untuk memastikan apakah Pemuda yg meninggal tsb anak mereka atau bukan.

Sesampai di Rumah Sakit dan melihat Tubuh yg sdh terbujur kaku, betapa terkejutnya mereka mendapati Mayat seorang Pemuda Cacat Tanpa kedua Kaki dan Mata yg Menghitam bekas Luka.....

Disaku baju pemuda itu mereka menemukan secarik kertas yg berisi tulisan :



" Papa n Mama....
Saya tdk jd pulang ke rumah untuk berkumpul bersama kalian....
Dengan kondisi tubuh ku yg cacat dan tidak sesempurna seperti dulu...
saya takut akan menjadi beban bagi semua keluarga....
Akhirnya saya memutuskan untuk mencari tempat dimana semua orang pasti akan menerimaku
tak peduli apapun keadaanku...... Maafkan anakmu..."








Regard's...