*Retno..*




Aku pernah dengar cerita yg sangat menyentuh tentang Tentara yg Pulang dari Perang....
hmm.. Kisah ini Mungkin tak jauh beda dgn kita2 yg mungkin sedang di perantauan.....



Setelah perang usai... seorang tentara yg msh muda memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya, Ingin berkumpul kembali bersama Orang Tua dan saudara2 nya.
Tetapi dlm benaknya terbersit rasa kurang percaya diri... Apakah org tua dan saudara2nya mau menerima dirinya kembali... setelah bertahun2 berpisah demi menunaikan tugas negara....

Untuk mengetahui apakah Orang Tuanya masih merindukannya dan masih mau menerima kehadirannya kembali kerumah maka Pemuda tersebut mencoba menghubungi orang tuanya melalui telepon....

Dalam pembicaraan melalui telpon pemuda tersebut mengatakan tugasnya sebagai tentara sudah selesai, skrg sudah dibebas tugaskan dan diperbolehkan kembali ke kampung halaman,

kemudian pemuda tsb menceritakan bahwa dia mempunyai seorang teman sesama tentara yg tdk mempunyai san ak saudara, dia kasihan pdnya krn dia mengalami cacat permanen akibat terluka saat be
rperang...
Kedua kakinya terpaksa di amputasi dan matanya buta, Pemuda tsb memohon kpd orang tuanya agar berkenan jika pulang nanti dia akan membawa serta temannya yg cacat tsb dan tinggal di rumah mrk.


Lalu orang tuanya berkata : " Anakku. .kami sangat gembira mendengar khabar kau mau pulang ke rumah, kita bisa kembali berkumpul seperti dulu lagi, kami merindukanmu....
tapi temanmu yg cacat itu... kami khawatir dia akan menjadi beban dalam keluarga kita, berjalan saja dia tdk bisa krn kakinya sdh tdk ada lagi... begitu jg matanya tdk dpt melihat,
apa yg bisa dia lakukan untuk keluarga kita... Jadi kami keberatan jika kau membawa dia ke tengah2 keluarga kita.... anakku....


Dengan suara p
elan sambil menahan tangisnya pemuda tsb mengucapkan kata Salam terakhir lalu menutup telepon nya.

Beberapa hari kemudian, Orang tua pemuda tersebut didatangi oleh Pihak Kepolisian yg mengabarkan bahwa anaknya (pemuda) ditemukan telah meninggal dunia, dan mereka diminta datang ke Rumah Sakit untuk memastikan apakah Pemuda yg meninggal tsb anak mereka atau bukan.

Sesampai di Rumah Sakit dan melihat Tubuh yg sdh terbujur kaku, betapa terkejutnya mereka mendapati Mayat seorang Pemuda Cacat Tanpa kedua Kaki dan Mata yg Menghitam bekas Luka.....

Disaku baju pemuda itu mereka menemukan secarik kertas yg berisi tulisan :



" Papa n Mama....
Saya tdk jd pulang ke rumah untuk berkumpul bersama kalian....
Dengan kondisi tubuh ku yg cacat dan tidak sesempurna seperti dulu...
saya takut akan menjadi beban bagi semua keluarga....
Akhirnya saya memutuskan untuk mencari tempat dimana semua orang pasti akan menerimaku
tak peduli apapun keadaanku...... Maafkan anakmu..."








Regard's...









*Retno..*




Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap.
"Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?" ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.

"Anakku," ucap sang induk kemudian. "Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik." jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil.
"Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu?" tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

"Anakku. Itu cuma angin," ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. "Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!" tambahnya begitu menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.

"Blarrr!!!" suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar.
"Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!" ucapnya sambil terus memejamkan mata.

"Sabar, anakku!" ucapnya sambil terus membelai. "Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang," ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, "Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!"


********************************




Anugerah hidup kadang melalui rute yang tidak pernah kita inginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang yang rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang takut karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan..





Benar apa yang diucapkan induk katak:
Jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, insya Allah, akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan.





Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita ini.....







Regard's...









*Retno..*


Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami menerima istrinya dengan segala kekurangan dan kelemahannya tanpa menghakimi.
Bersyukur ketika istrinya tampil menawan, dan sama bersyukurnya ketika sang istri mengenakan daster dengan wajah berminyak tanpa make-up.
Bersyukur ketika bentuk tubuh sang istri berubah setelah melahirkan, dan tetap mengecupnya sayang sambil bilang, "Kamu cantik."

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami tidak membongkar kelemahan istrinya pada orang lain. Sebaliknya, menutupi rapat-rapat setiap kekurangan itu dan dengan bangga bertutur bahwa sang istri adalah anugerah terindah yang pernah hadir dalam hidupnya.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri menunggui suaminya pulang hingga larut malam, membuatkan teh hangat dan makanan panas, dan tetap terbangun untuk menemani sang suami bersantap serta mendengarkan cerita-ceritanya yang membosankan di kantor.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri bertahan ketika suaminya jatuh sakit, dan dengan sukacita merawatnya setiap hari. Menghiburnya, menemaninya, menyuapinya, memandikannya, membersihkan kotorannya.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri terus mendampingi suaminya tanpa mengeluh atau mengomel. Sebaliknya, dengan setia tetap mendukung dan menyemangati meski sang suami pulang ke rumah dengan tangan kosong, tanpa sepeser uang pun.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat sepasang suami istri memutuskan untuk terus mengikatkan diri dalam pernikahan, dengan tulus dan sukacita, meskipun salah satu dari mereka tidak bisa memberikan anak.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat putra pelaku kriminal berkata kepada Ayahnya, "Saya percaya pada Papa.. Papa tetap yang terbaik."

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang yang bergelar S3 dengan jabatan direktur perusahaan multinasional pulang ke rumah orangtuanya, mencium mereka dengan hormat, serta memanggil mereka 'Ayah' dan 'Ibu'.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ayah menerima kembali anaknya yang telah menyakiti dan meninggalkannya begitu rupa dengan tangan terbuka, memeluknya dan melupakan semua kesalahan yang pernah dilakukan si anak terhadapnya.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ibu mengelus sayang anak yang pernah mencacinya, dan tetap mencintainya tanpa syarat.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang mengulurkan tangan kepada sahabatnya yang terjerembab, menariknya berdiri dan membantunya berjalan tanpa mengatakan, "Tuh, apa kubilang! Makanya."

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang pekerja menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik, sekalipun tugas itu amat berat dan upah yang diperoleh tidak sepadan.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang membulatkan hati dan tekad demi mencapai sebuah tujuan, sekalipun ia belum dapat mengetahui hasil akhir dari tujuan tersebut. Berjerih payah dan berkorban demi menyelesaikan tujuannya, sekalipun semua orang meninggalkannya.

Komitmen adalah sesuatu yg membuat seseorang rela meninggalkan segala sesuatu yg berharga demi memenuhi panggilan hidupnya, walau harga yg hrs dibayar tidak sedikit dan medan yg ditempuh tidak ringan.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang memikul resiko dan konsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang berani setia dan percaya, meski harapannya tidak kunjung terpenuhi dan tidak ada yang dapat dijadikan jaminan olehnya.

Komitmen adalah sesuatu yang melampaui segala bentuk perbedaan, perselisihan dan pertengkaran. Ia tidak dapat dihancurkan oleh kekurangan, kelemahan maupun keterbatasan lahiriah. karena ketika kita berani mengikatkan diri dalam sebuah komitmen, kita telah 'mati' terhadap kepentingan diri sendiri..


Izinkan aku menyimpulkan tulisan ini dengan kalimat seorang bijak yang aku temukan beberapa waktu lalu:
"In the final analysis, commitment means:

*Here I am. You can count on me. I won't fail you...*









NB : Maaf.. kalau repost, *bagaimana dengan komitmen kamu ?? *








Regard's...